Analogy Lori – Hati
Baru2 ini terbaca tentang satu analogy, lebih kurang begini analoginya:
Jika sebuah lori pasir yang dipenuhi dengan muatan pasir, maka yang akan terlimpah adalah pasir apabila lorinya terhentak atau terlanggar. Begitu juga kalo lori sampah yang terisi dengan samapah akan melimpahkan sampah jika terlanggar. Mana mungkin sebuah lori yang dipenuhi sampah melimpahkan batu permata.
Maka, begitu juga dengan hati manusia. Jika hatinya dipenuhi dengan dzikrullah, maka yang akan terkeluar dari bibirnya ketika ditimpa musibah,ujian kesenangan atau kesusahan adalah kalimah dzikrullahnya yang telah sebati. Rendah sekali kebarangkalian untuk melontarkan kalimah mulia jika hati dipenuhi kekotoran. Mana tidaknya lancar saja bibir melontarkan cacian mahupun kutukan jika hati tidak diisi dengan dzikrullah.
Jadi, marilah kita sama-sama muhasabah diri. Kalimat apa yang sering terlontar dari bibir kita jika sesuatu berlaku dalam keadaan luar kawal? Jika masih lagi bercampur dengan cacian, hinaan, ayuh marilah kita sama-sama menyucikan hati dengan sesucinya. Penuhilah hati dengan dzikrullah. Mudah-mudahan saat akhir hidup kita yang terlontar dari bibir adalah kalimah Allah. InsyaAllah…Didiklah hati ini dan ajari hati ini dengan kebesaran Allah.
“Sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila ia baik, baiklah seluruh jasad. Tetapi, apabila ia rosak, maka rosaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah itu ialah hati.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)



